Ketika
Daud menjadi raja, Daud sangat terkenal dan dikagumi oleh banyak orang termasuk
para wanita. Karena hal ini, Daud memperistrikan banyak wanita. Dalam hal ini menunjukan
bahwa Daud tidak pernah puas akan apa yang telah dia miliki.
2.
Mengabaikan Tanggung Jawabnya Sebagai Raja (Santai Dalam Tugas)
Tugas
besar yang harus dilakukan oleh raja adalah memimpin pasukannya dalam medan
perang. Tapi Daud yang pada saat itu menjadi raja, tidak melakukan hal itu.
Ketika mereka menyerang bani Amon, Daud hanya memerintah Yoab beserta
orang-orangnya untuk maju dalam perang tersebut. sedangkan Daud sendiri tinggal
di Yerusalem.
3.
Mengambil Sesuatu Milik Orang Lain
Seperti
pada kesepuluh hukum Tuhan. Pada perintah kesepuluh menjelaskan bahwa kita
tidak boleh mengingini milik orang lain. Daud tau akan kesepuluh hukum itu tapi
dia mengabaikannya dalam hal ini mengambil istri Uria yaitu Batsyeba.
4.
Tergoda Akan Nafsu dan Kekayaan
Pada
ayatnya yang kedua, dituliskan bahwa Daud sangat tergoda dengan tubuh dari pada
Batsyeba. Jika saat itu Daud mempunyai akal yang sehat, dia tidak aka tergoda
dengan hal semacam itu. Tapi pada akhirnya Daud tergoda dan jatuh dalam dosa.
Begitu pula dengan Batsyeba. Jika Batsyeba tidak tergoda dengan kedudukan Daud
yg pada saat itu menjadi raja, dia tidak akan tidur bersama Daud. Tapi
akhirnya, dia tergoda dan jatuh kedalam dosa.
5.
Tidak Bersyukur dengan Apa yang Telah Dimiliki
Apapun
yang kita miliki sekarang, bersyukurlah. Karena itu semua adalah pemberian dari
Tuhan. Jika pada saat itu Daud atau Batsyeba bersyukur atas pasangan mereka
masing-masing, mereka tidak akan terjerumus dalam dosa tersebut.
6.
Rencana Jahat Daud
Hanya
Tuhan lah yang berkuasa atas kehidupan manusia. Kita tidak boleh menghakimi
hidup orang lain apa lagi merencanakan kematian orang lain. Hanya Tuhan yang
dapat melakukan semua itu kepada kita. Tapi inilah yang dilakukan Daud kepada
Uria. Daud membuat Uria ditempatkan dalam barisan terdepan dalam pertempuran
yang hebat agar Uria dapat tewas.
7.
Menyuruh Orang Untuk Berbuat Dosa
Jelas
perbuatan ini adalah dosa. Bahkan melakukan dosa sebanyak dua kali. Maksudnya,
ketika kita menyuruh orang untuk berbuat kesalahan atau dosa, kita telah
melakukan satu dosa, dan ketika orang tersebut melakukan hal yang kita
perintah, dosa orang tersebut menjadi dosa kita juga. Dalam hal ini Daud telah menyuruh Yoab untuk
melakukan rencana kejahatan kepada Uria agar dia tewas.
8.
Kelicikan Daud
Pada
ayatnya yang ke-6 hingga ayatnya yang ke-13 dituliskan bahwa karena Batsyeba
telah mengandung anak dari Daud, Daud mencari cara licik agar Uria dapat tidur
dengan Batsyeba supaya Uria berpikir bahwa anak yang dikandung Batsyeba adalah
hasil dari hubungan dengan Uria bukan dari Daud. Dalam hal ini Daud sangat
licik, bahkan sampai ia membuat Uria mabuk agar dalam keadaan tidak sadar Uria
dapat tidur dengan Batsyeba.
9.
Akibat Dari Dosa
Semua
perbuatan dosa mempunyai akibatnya. Apa yang telah kita lakukan, harus kita
tanggung. Dan apa yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan (2
Sam 11:27). Maka, Daud harus menanggung segala kesusahahan yang menimpanya. Dan
Daud sangat menyesal akan perbuatannya yang melanggar perintah Allah.
10.
Manusia Biasa
Dalam
pasal ini, kita diajarkan bahwa walaupun Daud adalah raja yang disegani dan
berkuasa atas seluruh Israel, walaupun Daud selalu menyenangkan hati Allah,
walaupun Daud adalah salah satu orang pilihan Allah, kembali lagi kepada kodrat
kita bahwa Daud hanyalah manusia biasa. Disini dijelaskan bahwa manusia tidak
pernah luput dari kesalahan dan dosa. Maka jika kita mengetahui itu, jangan
menganggap sepele dengan hal tersebut. karena Allah itu adil. Dia akan
mengadili kita sesuai dengan apa yang kita perbuat.
Seperti
yang terjadi pada anak pertama Daud dan Batsyeba. Ini bukan hukuman terhadap
anak mereka tapi untuk kesalahan Daud dan Batsyeba. Itu menunujukan bahwa Allah akan menghakimi orang
sesuai dengan perbuatan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar