Senin, 26 Oktober 2015

Kejatuhan Daud dan Batsyeba Dalam Kitab 2 Samuel 11

Berikut ini adalah beberapa hal tentang dosa dalm kitab 2 Samuel 11.





1. Kepuasan Tidak Tercukupi
Ketika Daud menjadi raja, Daud sangat terkenal dan dikagumi oleh banyak orang termasuk para wanita. Karena hal ini, Daud memperistrikan banyak wanita. Dalam hal ini menunjukan bahwa Daud tidak pernah puas akan apa yang telah dia miliki.
2. Mengabaikan Tanggung Jawabnya Sebagai Raja (Santai Dalam Tugas)
Tugas besar yang harus dilakukan oleh raja adalah memimpin pasukannya dalam medan perang. Tapi Daud yang pada saat itu menjadi raja, tidak melakukan hal itu. Ketika mereka menyerang bani Amon, Daud hanya memerintah Yoab beserta orang-orangnya untuk maju dalam perang tersebut. sedangkan Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
3. Mengambil Sesuatu Milik Orang Lain
Seperti pada kesepuluh hukum Tuhan. Pada perintah kesepuluh menjelaskan bahwa kita tidak boleh mengingini milik orang lain. Daud tau akan kesepuluh hukum itu tapi dia mengabaikannya dalam hal ini mengambil istri Uria yaitu Batsyeba.
4. Tergoda Akan Nafsu dan Kekayaan
Pada ayatnya yang kedua, dituliskan bahwa Daud sangat tergoda dengan tubuh dari pada Batsyeba. Jika saat itu Daud mempunyai akal yang sehat, dia tidak aka tergoda dengan hal semacam itu. Tapi pada akhirnya Daud tergoda dan jatuh dalam dosa. Begitu pula dengan Batsyeba. Jika Batsyeba tidak tergoda dengan kedudukan Daud yg pada saat itu menjadi raja, dia tidak akan tidur bersama Daud. Tapi akhirnya, dia tergoda dan jatuh kedalam dosa.
5. Tidak Bersyukur dengan Apa yang Telah Dimiliki
Apapun yang kita miliki sekarang, bersyukurlah. Karena itu semua adalah pemberian dari Tuhan. Jika pada saat itu Daud atau Batsyeba bersyukur atas pasangan mereka masing-masing, mereka tidak akan terjerumus dalam dosa tersebut.
6. Rencana Jahat Daud
Hanya Tuhan lah yang berkuasa atas kehidupan manusia. Kita tidak boleh menghakimi hidup orang lain apa lagi merencanakan kematian orang lain. Hanya Tuhan yang dapat melakukan semua itu kepada kita. Tapi inilah yang dilakukan Daud kepada Uria. Daud membuat Uria ditempatkan dalam barisan terdepan dalam pertempuran yang hebat agar Uria dapat tewas. 
7. Menyuruh Orang Untuk Berbuat Dosa
Jelas perbuatan ini adalah dosa. Bahkan melakukan dosa sebanyak dua kali. Maksudnya, ketika kita menyuruh orang untuk berbuat kesalahan atau dosa, kita telah melakukan satu dosa, dan ketika orang tersebut melakukan hal yang kita perintah, dosa orang tersebut menjadi dosa kita juga. Dalam  hal ini Daud telah menyuruh Yoab untuk melakukan rencana kejahatan kepada Uria agar dia tewas.
8. Kelicikan Daud
Pada ayatnya yang ke-6 hingga ayatnya yang ke-13 dituliskan bahwa karena Batsyeba telah mengandung anak dari Daud, Daud mencari cara licik agar Uria dapat tidur dengan Batsyeba supaya Uria berpikir bahwa anak yang dikandung Batsyeba adalah hasil dari hubungan dengan Uria bukan dari Daud. Dalam hal ini Daud sangat licik, bahkan sampai ia membuat Uria mabuk agar dalam keadaan tidak sadar Uria dapat tidur dengan Batsyeba.

9. Akibat Dari Dosa
Semua perbuatan dosa mempunyai akibatnya. Apa yang telah kita lakukan, harus kita tanggung. Dan apa yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan (2 Sam 11:27). Maka, Daud harus menanggung segala kesusahahan yang menimpanya. Dan Daud sangat menyesal akan perbuatannya yang melanggar perintah Allah.
10. Manusia Biasa
Dalam pasal ini, kita diajarkan bahwa walaupun Daud adalah raja yang disegani dan berkuasa atas seluruh Israel, walaupun Daud selalu menyenangkan hati Allah, walaupun Daud adalah salah satu orang pilihan Allah, kembali lagi kepada kodrat kita bahwa Daud hanyalah manusia biasa. Disini dijelaskan bahwa manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Maka jika kita mengetahui itu, jangan menganggap sepele dengan hal tersebut. karena Allah itu adil. Dia akan mengadili kita sesuai dengan apa yang kita perbuat.

Seperti yang terjadi pada anak pertama Daud dan Batsyeba. Ini bukan hukuman terhadap anak mereka tapi untuk kesalahan Daud dan Batsyeba. Itu  menunujukan bahwa Allah akan menghakimi orang sesuai dengan perbuatan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar